"Kerja sama ASEAN-China, termasuk hubungan Malaysia-China, telah berkembang pesat di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur dan pertukaran antarmasyarakat. Ke depannya, ekonomi digital dan AI menawarkan potensi yang sangat besar. Ekonomi hijau juga merupakan bidang yang menjanjikan. Kerja sama dalam energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi baterai dan efisiensi energi dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung target iklim," katanya.
Nur-ul Afida menambahkan bahwa berdasarkan pengalamannya secara langsung di China, dia terkesan dengan skala dan pesatnya transformasi yang berlangsung di negara tersebut. Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya terlihat dalam berbagai proyek infrastruktur utama, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui pembayaran digital, perdagangan elektronik, transportasi yang efisien, serta layanan daring yang terintegrasi.
"China juga menunjukkan kemampuannya untuk bergerak cepat dari tahap eksperimen menuju penerapan berskala besar. Inovasi sering kali diterapkan di berbagai sektor industri, kota dan layanan publik, bukan hanya terbatas pada proyek percontohan," ujarnya.