CARAPANDANG - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengusulkan tiga prioritas penguatan ketahanan energi nasional mulai jangka pendek hingga jangka panjang yang dapat dijalankan oleh pemerintah.
Eddy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, menyebutkan pengusulan prioritas jangka pendek, yakni pemerintah perlu memperkuat kapasitas kilang nasional, mempercepat elektrifikasi, serta melakukan substitusi energi untuk mengurangi ketergantungan impor.
Untuk jangka menengah, dia memandang Indonesia dapat mengoptimalkan pengembangan bioenergi yang memanfaatkan keunggulan nasional, seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).
Sementara untuk jangka panjang, dia menilai pengembangan energi baru seperti hidrogen dan pembangkit listrik tenaga nuklir perlu dipersiapkan sebagai bagian dari strategi menuju emisi nol bersih atau net zero emission.
Lebih lanjut dia mengingatkan agar Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam agenda transisi energi global.
“Kita harus menjadi policy shaper (penentu kebijakan), bukan sekadar policy taker (penerima kebijakan),” kata dia.
Terlebih, kata dia, Indonesia memiliki sumber daya alam, potensi energi terbarukan, dan modal demografi yang sangat besar.
“Dengan strategi yang tepat, kita mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” katanya.