CARAPANDANG - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri perjanjian gencatan senjata saat ini dengan Iran apabila ada pasukan AS yang tewas, demikian dilaporkan harian The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat.
Pada Rabu, Trump mengatakan dalam wawancara dengan podcast Pod Force One bahwa dirinya lebih memilih solusi diplomatik untuk situasi dengan Iran atas alasan kemanusiaan. Namun, menurutnya, dimulainya kembali serangan AS dapat memberikan keyakinan bahwa konflik tidak akan kembali pecah.
Trump disebut siap menghadapi insiden-insiden kecil yang dapat terjadi dalam beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan ke depan, demikian laporan tersebut pada Rabu.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pemerintahan AS berupaya menghindari pecahnya perang berskala penuh di Timur Tengah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA