Selain itu, Pentagon juga mengirimkan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD tambahan ke wilayah tersebut untuk melindungi pasukan AS yang berjumlah sekitar 30.000 hingga 40.000 personel dari potensi serangan balasan rudal Iran.
Iran Peringatkan Konsekuensi Bencana
Menanggapi ancaman tersebut, Misi Tetap Iran untuk PBB mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal António Guterres dan Dewan Keamanan PBB.
Dalam suratnya, Duta Besar Iran Amir Saied Iravani menyatakan bahwa pernyataan Trump menunjukkan risiko agresi militer yang nyata, yang konsekuensinya akan berdampak buruk bagi seluruh kawasan.
Iran menegaskan bahwa meskipun tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang, setiap agresi AS akan direspons secara tegas dan proporsional. Amerika akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menggelar latihan militer bersama dengan Rusia di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara pada Kamis (19/2).
Latihan tersebut mencakup penutupan sementara sebagian Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dunia, untuk tembak-tembakan langsung.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa serangan AS terhadap Iran akan memiliki konsekuensi serius, menyoroti risiko eskalasi jika permusuhan meluas.