Gedung Putih memberikan pembelaan terkait langkah-langkah tersebut, dengan menyatakan bahwa melindungi presiden memerlukan penerapan berbagai protokol keamanan, termasuk langkah-langkah yang bertujuan untuk menghindari perhatian terhadap pergerakannya.
Insiden tersebut juga kembali menyoroti elemen-elemen keamanan pesawat yang digunakan untuk perjalanan kepresidenan. Trump tiba di Turkiye dengan menaiki Boeing 747 yang baru dimodifikasi dan disediakan oleh Qatar, tetapi memilih pesawat lain saat hendak meninggalkan negara itu.
Gedung Putih belum merilis informasi terperinci mengenai operasi itu, dengan alasan pertimbangan keamanan. Pergantian pesawat yang tidak biasa ini menunjukkan langkah-langkah pencegahan ekstensif yang diambil oleh otoritas AS untuk melindungi sang presiden selama perjalanan internasional.