Ia juga mengungkapkan adanya tantangan dalam keberagaman kemampuan siswa serta keterbatasan sarana, khususnya perangkat komputer. “Kami masih memanfaatkan perangkat tambahan dari guru untuk mendukung pelaksanaan. Namun demikian, seluruh proses tetap dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Siswa Antusias, Pembelajaran Digital Tingkatkan Motivasi
Dari sisi murid, pelaksanaan TKA disambut dengan antusias. Salah satu siswa SD Negeri Jaranan, Revinta Yuniar Putri, mengaku bahwa pengalaman mengikuti TKA justru terasa menyenangkan. “TKA itu menyenangkan. Memang ada soal yang sulit, tetapi juga banyak yang bisa dikerjakan. Kami juga belajar bersama teman-teman dan dibantu guru,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa penggunaan media pembelajaran digital membantu meningkatkan pemahaman materi. “Belajar dengan media digital membuat pelajaran lebih jelas dan lebih menarik, sehingga kami lebih semangat belajar,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa kesiapan tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada kolaborasi dan semangat seluruh ekosistem pendidikan. Keterlibatan aktif sekolah, guru, siswa, serta dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan mutu pendidikan.