Ramos-Horta juga mengaku bahwa Timor Leste masih perlu melakukan penyesuaian dan adaptasi perundang-undangan negaranya agar selaras dengan traktat dan prinsip ASEAN. Proses tersebut ditargetkan selesai sebelum 2029, kata dia.
Adapun terkait hal-hal yang ingin dijadikan fokus Timor Leste sebagai anggota ASEAN, Presiden Timor Leste itu mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong upaya pencegahan konflik baik pada tingkat kawasan maupun tingkat negara-negara anggotanya.
Terlebih, beragamnya suku bangsa, agama, serta disparitas ekonomi antar-masyarakat di negara-negara Asia Tenggara seringkali merupakan “resep” yang dapat memicu konflik dan ketidakstabilan nasional, kata dia.
Ia optimistis bahwa dengan kesiapan Timor Leste menjadi pemegang keketuaan bergilir ASEAN, semakin banyak investor akan menanam modal di negaranya.
“Timor Leste jadi ‘dipaksa’ untuk memacu pembangunan di berbagai bidang,” kata dia, menambahkan.
Ramos-Horta juga mengaku bahwa Timor Leste masih perlu melakukan penyesuaian dan adaptasi perundang-undangan negaranya agar selaras dengan traktat dan prinsip ASEAN. Proses tersebut ditargetkan selesai sebelum 2029, kata dia.
Adapun terkait hal-hal yang ingin dijadikan fokus Timor Leste sebagai anggota ASEAN, Presiden Timor Leste itu mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong upaya pencegahan konflik baik pada tingkat kawasan maupun tingkat negara-negara anggotanya.