“Kerja sama kawasan Samudra Hindia harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah juga perlu memiliki ruang untuk membangun jejaring dan kolaborasi secara langsung dengan berbagai daerah dan pemangku kepentingan di negara-negara kawasan,” katanya.
Mahyeldi menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam IORA sebagai salah satu negara pendiri organisasi tersebut, sekaligus negara dengan wilayah yang luas dan memiliki garis pantai yang menghadap Samudra Hindia.
“Sumatera Barat siap mengambil bagian dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai regional convener sekaligus menjadi salah satu pintu gerbang kolaborasi di kawasan Samudra Hindia,” tegasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan berbagai gagasan kerja sama yang disampaikan Pemprov Sumbar.
Santo menyatakan, Kementerian Luar Negeri siap memberikan dukungan terhadap berbagai gagasan yang ditawarkan Pemprov Sumbar dalam rangka memperkuat kerja sama dengan negara-negara kawasan Samudra Hindia.
Ia menyebutkan, pada tahun 2027 mendatang Kementerian Luar Negeri juga akan memulai kegiatan workshop yang berkaitan dengan pengembangan kemitraan negara-negara anggota IORA, khususnya dalam bidang pariwisata, penanggulangan bencana, dan ekonomi biru.