CARAPANDANG - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengkomentari isu dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat terkait rencana akses lintasan udara militer di wilayah Indonesia.
Dia tegas mengatakan bahwa informasi yang beredar masih spekulatif dan belum ada pernyataan resmi pemerintah.
Maka itu, politisi PKS ini meminta kepada semua pihak agar tidak mudah menarik kesimpulan sebelum terdapat klarifikasi yang komprehensif dari otoritas terkait.
“Kami memegang teguh prinsip bahwa kepentingan nasional dan kedaulatan negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,”ujarnya di Jakarta, Senin 13 April 2026.
Sukamta mengatakan bahwa Komisi I akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif, serta memastikan bahwa setiap kerja sama internasional tetap sejalan dengan konstitusi dan kepentingan rakyat Indonesia.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa kerja sama pertahanan dengan negara lain, termasuk AS, tetap terbuka namun harus mengedepankan kedaulatan dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.