CARAPANDANG - Sedikitnya 12 warga Palestina tewas dalam serangan udara dan artileri Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza sejak Minggu (15/2) hingga Senin (16/2) dini hari, menurut laporan badan Pertahanan Sipil Gaza. Insiden ini kembali menguji ketahanan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu.
Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, merinci bahwa korban tewas akibat serangan dari fajar hingga tengah hari pada hari Minggu (15/2/2026).
Sebuah serangan drone menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya di lingkungan Tel al-Hawa, barat Kota Gaza. Korban diidentifikasi sebagai Sami al-Dahdouh, seorang anggota Gerakan Jihad Islam.
Laporan yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, lima orang tewas ketika tenda pengungsian di kamp Jabalia, Gaza utara, menjadi sasaran serangan.
Sementara itu, lima lainnya tewas dalam serangan terpisah di Khan Younis di selatan. Satu korban tambahan dilaporkan tewas akibat tembakan Israel di Beit Lahia, utara Gaza.
Seorang pejabat militer Israel membenarkan adanya serangan tersebut dan menyatakan bahwa operasi itu merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Hamas.
Menurut pihak militer, sejumlah pria bersenjata teridentifikasi keluar dari terowongan bawah tanah dan melintasi "Garis Kuning", yaitu zona demarkasi yang disepakati dalam gencatan senjata.