CARAPANDANG - Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah. BPBD Kota Semarang mencatat luapan Kali Babon akibat tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu Kabupaten Semarang menjadi penyebab utama genangan yang merendam ratusan rumah di Kecamatan Tembalang dan sekitarnya.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menyatakan bahwa timnya telah bergerak sejak pukul 02.00 WIB untuk melakukan evakuasi dan asesmen di lokasi terdampak.
"Ketinggian air sempat mencapai 150 sentimeter atau sedada orang dewasa. Alhamdulillah, hingga pagi ini genangan di sejumlah titik mulai surut antara 20 hingga 30 sentimeter," ujarnya mengutip laporan Kompas.com.
Berdasarkan data BPBD yang dihimpun hingga pukul 07.00 WIB, terdapat lima lokasi permukiman yang terdampak signifikan.
Di Kecamatan Tembalang, Perumahan Grand Permata Tembalang menjadi wilayah dengan dampak terluas, di mana sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau 313 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 18 warga yang terdiri dari 12 orang dewasa dan enam balita terpaksa mengungsi ke Masjid Iktifal Al Barokah.
Wilayah lain yang terendam antara lain Perumahan Argo Residence (50 KK/160 jiwa), Grand Batik Semarang (13 KK/33 jiwa), Perumahan Dinar Indah (26 KK/34 jiwa), serta RW 1 Kelurahan Rowosari yang mencatatkan dampak terbesar dengan sekitar 200 KK atau 500 jiwa.