CARAPANDANG - Memasuki bulan kelima pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus memacu berbagai pekerjaan. Hingga hari ini, Sabtu (11/4/2026), fokus utama Satgas PRR meliputi penyelesaian pembersihan lumpur di Aceh, normalisasi sungai, serta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh, Safrizal ZA, menepis isu yang menyebutkan pemerintah menyerah dalam menangani luapan lumpur di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya justru bekerja keras di lapangan.
Berdasarkan data operasional per Jumat (10/4), dari total 519 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya. Sisanya, 39 lokasi yang merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit, masih dalam proses penanganan intensif.
Selain pembersihan, Satgas PRR juga fokus pada normalisasi infrastruktur vital. Data per 5 April 2026 menunjukkan bahwa dari 79 sungai nasional yang terdampak di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar), 38 sungai (48 persen) telah dinormalisasi. Sementara itu, dari 38 muara terdampak, 10 muara sudah kembali normal.
Dalam penyediaan hunian bagi korban, Satgas PRR mencatat progres signifikan. Data per 9 April 2026, sebanyak 39.007 unit huntap direncanakan dibangun. Dari jumlah tersebut, 230 unit telah selesai dan 1.240 unit lainnya sedang dalam proses konstruksi.