Dengan lokalisasi produksi yang mendorong harga kendaraan menjadi lebih kompetitif, kehadiran merek-merek asal China ini dinilai telah berkontribusi membuat struktur industri otomotif Indonesia menjadi "lebih cair" dengan mengurangi dominasi tunggal merek-merek asal Jepang selama puluhan tahun.
"Aktivitas perakitan lokal ini juga krusial untuk memberikan bukti komitmen korporasi yang mereduksi ketidakpastian konsumen atas kelangsungan layanan purnajual jangka panjang," kata Yannes kepada Xinhua.
Pertumbuhan impresif perakitan lokal oleh pabrikan China tahun ini terutama didorong oleh merek-merek pendatang baru seperti Jaecoo dan Geely. Meski kedua merek ini baru memulai debutnya di Indonesia pada awal 2025 lalu, Jaecoo telah merakit lebih dari 11.000 unit kendaraan secara lokal, sementara produksi lokal Geely telah mendekati 5.000 unit pada Januari-April 2026. Di samping kedua merek tersebut, merek populer China lainnya seperti Wuling dan Chery juga telah merakit secara lokal ribuan kendaraan.