Reni menambahkan, keikutsertaan enam pelaku industri tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar produk manufaktur bernilai tambah ke kawasan nontradisional. "Implementasi I-EAEU FTA harus menjadi peluang nyata bagi pelaku industri nasional untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan ekspor, sekaligus membangun kemitraan industri yang saling menguntungkan. Kami berharap keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 dapat menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan dengan mitra di kawasan Eurasia," pungkasnya.
Partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 juga menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan implementasi I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Dengan preferensi tarif yang mencakup sekitar 90,5 persen pos tarif perdagangan kedua pihak, pemerintah optimis kesepakatan tersebut akan mempercepat masuknya produk manufaktur Indonesia ke pasar Eurasia sekaligus memperluas kerja sama industri, perdagangan, dan investasi antara kedua kawasan.