Sementara itu, untuk daerah yang tidak memiliki potensi sumber air, PLN menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).
Teknologi ini menjadi kunci agar pasokan listrik tetap stabil dan andal meskipun beralih dari energi fosil.
"Kalau tidak ada, maka kami merancang dan membangun PLTS yang dilengkapi dengan BESS," tegas Darmawan.
Guna merealisasikan program ini, PLN mengestimasikan total kapasitas PLTS yang dibutuhkan sebesar 3,21 Gigawatt Peak (GWp) dan BESS sebesar 9,03 Gigawatt hour (GWh).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan akan menutup pembangkit listrik yang menggunakan diesel atau solar. Hal ini disampaikan dalam peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak," tegas Presiden Prabowo, dikutip dari CNBC Indonesia.
Prabowo menambahkan, dengan penutupan PLTD, Indonesia bisa menghemat 200.000 barel minyak per hari (bph) atau sekitar 20 persen dari total impor minyak nasional yang saat ini mencapai 1 juta barel per hari.