Beranda Umum Pengamat: "Kurban" Era Siber Dengan Kesadaran Digital

Pengamat: "Kurban" Era Siber Dengan Kesadaran Digital

Pengamat: "Kurban" Era Siber Dengan Kesadaran Digital

0
Pratama Persadha

CARAPANDANG - Momentum Iduladha 1447 Hijriah dinilai tidak hanya mengandung pesan spiritual tentang keikhlasan dan pengorbanan, tetapi juga relevan untuk membangun kesadaran keamanan digital masyarakat. Di tengah meningkatnya kebocoran data dan penipuan siber, masyarakat diajak membedakan antara menjadi korban dan “berkurban” secara sadar demi menjaga keamanan digital.

Pandangan tersebut disampaikan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, yang menilai ancaman siber di Indonesia kini berkembang semakin kompleks dan menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Pratama, nilai utama Iduladha terletak pada pengorbanan yang dilakukan secara sadar dan ikhlas. Dalam konteks digital, prinsip itu dapat dimaknai sebagai kesediaan mengorbankan sedikit kenyamanan untuk memperoleh perlindungan yang lebih besar terhadap data dan identitas pribadi.

“Ketika data pribadi bocor, rekening dikuras melalui social engineering, atau identitas digital dipakai tanpa izin, itu bukan pengorbanan yang sadar, tetapi masyarakat sedang menjadi korban,” ujar Pratama, dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, berbagai insiden kebocoran data terus menjadi perhatian publik. Data ratusan juta penduduk Indonesia dilaporkan diperjualbelikan di dark web, sementara sejumlah platform digital, layanan keuangan, dan sistem publik menghadapi gangguan keamanan yang berdampak pada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here