Beranda Internasional Pawai Hari Yerusalem Diwarnai Seruan Rasis: Kematian Untuk Bangsa Arab

Pawai Hari Yerusalem Diwarnai Seruan Rasis: Kematian Untuk Bangsa Arab

Pawai yang kerap disebut sebagai Pawai Bendera ini digelar untuk memperingati peristiwa perang 1967 ketika Israel merebut dan menganeksasi Yerusalem Timur.

0
Pawai Hari Yerusalem (The Guardians)

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir turut serta dalam pawai tersebut dan mengibarkan bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam yang dikenal umat Yahudi sebagai Temple Mount.

"59 tahun setelah pembebasan Yerusalem, saya mengibarkan bendera Israel di Temple Mount dan kita dapat mengatakan dengan bangga: Kami telah mengembalikan kedaulatan ke Temple Mount," tulis Ben-Gvir di Telegram.

Anggota Knesset dari partai Otzma Yehudit, Yitzhak Kroizer, bahkan menyerukan penghancuran masjid-masjid di lokasi tersebut.

"Telah tiba saatnya untuk menyingkirkan semua masjid dan bekerja membangun Bait Suci!" tulis Kroizer di Facebook.

Para aktivis perdamaian berusaha melindungi warga Palestina dengan mengenakan rompi ungu, namun polisi justru mengusir mereka dari area tersebut. Sebanyak 13 orang dilaporkan ditangkap selama rangkaian acara.

Sementara itu, beberapa peserta pawai membela aksi tersebut.

"Yerusalem adalah milik kami, diberikan oleh Tuhan," kata Ariel, seorang pemuda Israel, kepada EFE.

Namun, seorang penduduk Yerusalem bernama Ori Weisberg yang menjadi relawan Standing Together menyatakan bahwa banyak peserta pawai tidak damai dan menodai nama kota suci tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here