CARAPANDANG.COM- Pakar pertahanan dan hubungan internasional Binus University Curie Maharani menilai Indonesia akan menerima banyak keuntungan jika terus membangun kerja sama di bidang militer dengan Korea Selatan (Korsel).
Hal tersebut dikatakan Curie mengingat Indonesia sempat terlibat dalam beberapa proyek kerja sama militer, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) prajurit, kerja sama di bidang AI dan pembuatan pesawat tempur KF-21 Boramae.
‘’Meski Indonesia dan Korsel sama-sama bukan negara inovator teknologi pertahanan, Korsel bernilai strategis bagi Indonesia sebagai penyuplai, pemandu utama, dan kolaborator norma,’’ kata Curie saat acara pembukaan Lomba Menulis yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertema ‘’Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM’’ seperti dikutip siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Curie pun merinci beberapa keuntungan yang akan didapat Indonesia dari kerja sama ini. Pertama, sebagai sumber akses bagi Indonesia untuk mendapatkan teknologi standar Barat dari tangan kedua.
"Dengan demikian, Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) berikut SDM-nya," ujarnya.
Kedua, kata Cure, Korsel sebagai raksasa baru industri pertahanan dunia dengan konsumen global, membutuhkan rantai suplai berdaya saing yang memungkinkan diisi oleh Indonesia.