Namun, OCHA mengatakan bahwa pasien pertama yang sembuh tercatat pada Rabu (27/5) di sebuah pusat perawatan di Distrik Rwampara, Ituri.
PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya akan terus mendukung otoritas kesehatan nasional dalam penanganan kasus, pengoperasian pusat perawatan Ebola, keterlibatan masyarakat dan komunikasi risiko, serta penguatan pengawasan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
OCHA menyatakan bahwa, di luar wabah Ebola, situasi kemanusiaan yang lebih luas di Ituri masih sangat mengkhawatirkan, dengan upaya penanganan sudah berada di bawah tekanan.
Di wilayah Mambasa, warga sipil dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan bersenjata pekan lalu, yang memaksa banyak orang meninggalkan rumah mereka. Sedikitnya 150 warga sipil dilaporkan tewas di wilayah tersebut sejak awal Mei.
Meningkatnya ketidakamanan juga memaksa sedikitnya empat organisasi kemanusiaan menangguhkan operasi mereka di area tersebut.
OCHA kembali menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional, melindungi warga sipil, serta memastikan akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan.