Bahkan, catatan kandang mereka sangat buruk; hanya satu kemenangan dari 12 pertandingan liga di kandang sejak awal musim.
Kondisi Terkini dan Taktik Tim
Igor Tudor diprediksi akan langsung menerapkan filosofi khasnya: agresif dan berenergi tinggi.
Ia dikenal dengan formasi 3-4-2-1 yang fleksibel dan suka menerapkan tekanan satu lawan satu (man-to-man pressing) untuk menciptakan peluang dari situasi turnover tinggi di area lawan.
Gelandang serang mereka, Xavi Simons, bisa menjadi kunci dalam skema ini karena ia tercatat sebagai pemain paling banyak memenangkan bola di sepertiga akhir lapangan.
Namun, Tudor dihadapkan pada krisis cedera yang parah. Kapten Cristian Romero juga harus absen karena akumulasi kartu, dan catatan menunjukkan Spurs telah kalah dalam enam laga kandang terakhir tanpa kehadirannya.
Dengan banyaknya pemain inti yang absen seperti Destiny Udogie, Rodrigo Bentancur, dan James Maddison , skuad yang ada kemungkinan besar akan mengandalkan semangat juang dan "faktor kejutan" dari formasi baru.
Sebagai pemuncak klasemen, tekanan justru berada di pundak Arsenal. Hasil imbang 2-2 melawan Wolves setelah unggul dua gol menimbulkan pertanyaan tentang mentalitas tim dalam menghadapi tekanan perebutan gelar.
Statistik juga kurang berpihak: hanya Crystal Palace dan West Ham yang lebih banyak kehilangan poin dari posisi unggul daripada Arsenal (tujuh poin) di tahun 2026.