CARAPANDANG - NATO untuk kedua kalinya dalam bulan ini mengerahkan jet tempurnya di kawasan Eropa Timur menyusul serangan rudal dan drone besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke wilayah Ukraina.
Serangan yang berlangsung pada Senin (16/2/2026) malam waktu setempat itu menargetkan sejumlah infrastruktur kritis, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara dan pusat energi serta kereta api utama di Ukraina barat.
Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia mengonfirmasi pengerahan pesawat tempur dan pesawat peringatan dini sebagai tindakan pencegahan.
Hal ini dilakukan untuk mengamankan wilayah udara Polandia, terutama di area yang berbatasan dengan wilayah Ukraina yang sedang dilanda konflik.
Pengerahan serupa juga dilaporkan terjadi pada awal Februari 2026 akibat eskalasi serangan Rusia.
Menurut laporan, Rusia mengerahkan pesawat pengebom strategis Tu-95MS untuk meluncurkan serangan rudal. Di antara lokasi yang menjadi sasaran adalah kota Ivano-Frankivsk di Ukraina barat yang dekat dengan wilayah NATO, serta fasilitas pembangkit listrik di Burshtyn.
Pusat transportasi dan energi di Stryi, yang berlokasi dekat perbatasan Polandia, juga mengalami bombardir beruntun.
Di tengah gempuran tersebut, beredar laporan bahwa pilot-pilot F-16 veteran dari Amerika Serikat dan Belanda untuk pertama kalinya secara aktif membantu pertahanan udara Ukraina.