BUKAN LAGI MONOPOLI GENERASI TUA
Meskipun makanan rebusan identik dengan kuliner tradisional atau konsumsi generasi tua, survei terbaru dari salah satu media daring nasional menunjukkan adanya perubahan. Menurut survei IDN Research Institute dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 yang dimuat IDN Times, makanan rebus dan kukus kian populer di kalangan anak muda Indonesia.
Sebanyak 85,2 persen dari 628 responden dari generasi milenial dan generasi Z pernah membeli makanan rebus atau kukus sebagai pengganti camilan dalam enam bulan terakhir. Sementara, sebanyak 25 persen mengonsumsinya secara rutin dan 47 persen lainnya mengonsumsi makanan rebus atau kukus setidaknya sekali dalam sepekan.
Survei tersebut juga mengungkapkan alasan utama responden memilih makanan rebus dan kukus adalah demi kesehatan. Sebanyak 56,3 persen responden memilih makanan rebus atau kukus karena lebih sehat dan membantu menghemat pengeluaran.
Tren ini berjalan beriringan dengan maraknya kampanye gaya hidup sehat, gerakan berkebun mandiri di rumah (grow your own food), serta meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda urban. Bagi mereka, mengonsumsi makanan minim proses (minimally processed food) bukan sekadar urusan diet, melainkan bagian dari identitas gaya hidup yang modern dan bertanggung jawab.