Apa yang dinilai publik sebagai "keteledoran lidah" atau "simplifikasi", sebenarnya sering kali merupakan kalkulasi bahasa yang sangat matang. Itu adalah rem darurat linguistik yang sengaja ditarik demi mengendalikan musuh paling berbahaya dalam setiap krisis ekonomi: kepanikan kolektif.
Dalam ilmu komunikasi politik, dikenal sebuah strategi yang disebut strategic ambiguity atau ambiguitas yang disengaja. Intinya sederhana, seorang pemimpin tidak punya kewajiban untuk memberikan kuliah umum setingkat doktoral kepada rakyatnya. Tugas utamanya adalah menjaga agar psikologi massa tetap tenang dan roda sosial tetap berputar.