CARAPANDANG - Subuh belum sempurna ketika kabar itu menyebar dari Manggar. Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 03.30 WIB, Muslimah Hafsari, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Muhammad Zein, Belitung Timur.
Perempuan 74 tahun yang namanya diabadikan dalam salah satu novel terlaris sepanjang sejarah Indonesia itu, pergi dengan tenang setelah tiga minggu dirawat dan menjalani operasi.
Bagi jutaan pembaca Laskar Pelangi, nama Bu Muslimah bukan hanya karakter fiksi. Ia adalah manusia nyata yang kemudian diangkat jadi tokoh fiksi.
Bu Muslimah, guru kampung yang selama puluhan tahun berdiri di depan kelas SD Muhammadiyah Gantung, mengajar anak-anak di sebuah bangunan yang hampir roboh, dengan gaji yang jauh dari cukup, namun dengan ketulusan yang tak pernah goyah.
Ketika Sekolah Hampir Roboh, Ia Tetap Berdiri
Bertahun-tahun sebelum nama Andrea Hirata dikenal seantero Indonesia, SD Muhammadiyah Gantung berjuang di tepi eksistensi. Gedungnya reyot, muridnya sedikit, dan fasilitasnya minim. Di sinilah Bu Muslimah menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai pendidik.
Dalam film Laskar Pelangi, sosok Bu Muslimah diperankan oleh aktris Cut Mini. Ia sukses jadi guru SD Muhammadiyah Belitung yang pengabdiannya kemudian menyentuh hati jutaan penonton.
Tapi jauh sebelum layar lebar menerangi kisah itu, Bu Muslimah sudah hadir setiap hari di depan anak-anak. Ia adalah sosok yang meyakini bahwa pendidikan bukan hak eksklusif mereka yang berada.