CARAPANDANG - Hanya tiga hari sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026, Meksiko dilanda tiga krisis yang mengancam kelancaran turnamen: aksi protes massal serikat guru, sengketa visa rombongan timnas Iran, serta bayang-bayang kekerasan kartel narkoba di kota tuan rumah Guadalajara, Senin (8/6/2026).
Presiden FIFA Gianni Infantino telah memastikan Meksiko tidak akan kehilangan status tuan rumah. Namun, situasi di lapangan dinilai para pengamat sebagai salah satu yang paling tegang dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Ribuan guru dari serikat nasionalis CNTE memblokade jalan-jalan utama ibu kota sejak pekan lalu. Aksi terbaru pada Minggu (7/6) menyasar gedung Kementerian Pendidikan, dengan demonstran merusak pos jaga dan melempari kaca gedung menggunakan tiang lampu.
Para guru menuntut kenaikan gaji hingga 100 persen serta pencabutan reformasi pensiun tahun 2007. Pemerintah hanya menawarkan kenaikan 9 persen.
Presiden Claudia Sheinbaum bersikeras menolak menggunakan kekerasan untuk membubarkan massa.
Kelompok demonstran mengancam akan menggelar aksi massal tepat saat pertandingan pembukaan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada 11 Juni mendatang jika tuntutan tidak dipenuhi.
Tim nasional Iran tiba di Tijuana pada Minggu (7/6) dalam kondisi kacau karena sengketa visa dengan Amerika Serikat.