CARAPANDANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengepung sejumlah wilayah di Sumatra Selatan seiring memasuki puncak musim kemarau. Dalam sepekan terakhir, puluhan hektare lahan hangus terbakar, mengancam kelancaran jalur Tol Trans Sumatra serta sejumlah objek vital nasional seperti jalur pipa minyak dan jalur kereta api.
Mengutip laporan Tirto.id, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyatakan Ogan Ilir menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena kebakaran di kawasan tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas akibat asap yang menurunkan jarak pandang.
"Fokus kita menyebar di beberapa wilayah yang dianggap rawan seperti Ogan Ilir yang berpotensi mengganggu objek vital nasional seperti jalur minyak hingga jalur kereta api," ujar Ferdian dikutip Tirto.id, Senin (6/7/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat 11 kejadian karhutla yang tersebar di enam kabupaten pada Jumat (3/7/2026) dengan total luas lahan terbakar mencapai 17 hektare.
Pada Minggu (5/7/2026), dari pantauan patroli udara ditemukan sembilan titik api atau firespot yang tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, PALI, Muba, dan OKU Timur.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan empat helikopter dikerahkan untuk proses pemadaman di sejumlah lokasi.
Di Ogan Ilir, dilakukan 52 kali water bombing dengan luas lahan terbakar 3 hektare, namun kondisinya masih berasap.