CARAPANDANG.COM, PARIS -- Sedikitnya 36 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz pada Senin (22/6), menjadi angka tertinggi sejak pecahnya konflik di Iran, demikian dilaporkan harian Prancis Le Monde pada Selasa (23/6).
Angka tersebut mencerminkan hampir sepertiga dari lalu lintas normal Selat tersebut pada masa damai, yang rata-rata mencapai sekitar 120 perlintasan kapal per hari, urai laporan itu, mengutip data dari perusahaan analisis maritim, Kpler.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia. Sebelum konflik terjadi, lebih dari seperlima minyak global dan gas alam cair melewati jalur perairan tersebut, yang juga berperan penting bagi pengiriman gandum serta barang konsumsi ke kawasan Teluk.
Tim negosiator dari Amerika Serikat dan Iran, melalui mediasi Qatar dan Pakistan, telah memulai perundingan mereka pada Minggu (21/6) di resor pegunungan Buergenstock di Swiss tengah. Perundingan tersebut menjadi perundingan tatap muka pertama antara kedua belah pihak sejak penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Islamabad, Pakistan, pekan lalu.
Menurut MoU tersebut, Amerika Serikat dan Iran menyatakan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon, serta berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai perjanjian perdamaian final dalam waktu maksimal 60 hari.