Para pelayat yang berduka tampak membawa foto mendiang pemimpin tersebut dan mengibarkan bendera Iran serta ribuan spanduk merah yang melambangkan pembalasan, sambil meneriakkan slogan-slogan mengecam AS dan Israel. Mereka menyerukan pembalasan atas pembunuhan pemimpin mereka, dan berjanji untuk meneruskan perjuangannya.
Prosesi berakhir sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Warga mengikuti prosesi penghormatan terakhir untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran, Iran, pada 6 Juli 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)
Upacara penghormatan terakhir selama dua hari untuk mendiang pemimpin tertinggi tersebut dimulai di aula salat Mosalla Imam Khomeini pada Sabtu (4/7) pagi, dan menarik kehadiran sejumlah besar warga dari seluruh penjuru negeri.
Acara selama dua hari itu berlangsung setelah upacara di Teheran pada Jumat (3/7), saat para pejabat tinggi Iran dan asing memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tersebut.
Pada Selasa (7/7), sebuah prosesi pemakaman akan digelar di Kota Qom, Iran tengah. Setelah itu, jenazah sang mendiang pemimpin akan dibawa ke Irak untuk rangkaian upacara lebih lanjut di kota Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7).
Presiden Iran dijadwalkan melakukan perjalanan ke Irak untuk menghadiri upacara tersebut, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA