CARAPANDANG - Kecelakaan maut antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Data terbaru hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Mengutip laporan Antaranews, Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 20.55 WIB. Sebuah rangkaian KRL dengan relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang JPL 85, dekat Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL tersebut dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler. Petugas kemudian memberhentikan rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya yang melaju dari arah berlawanan tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga menabrak KA PLB 5568 yang sedang berhenti di peron.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa insiden awal dengan taksi di JPL 85 mengganggu sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Proses Evakuasi
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong KRL. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, merinci kronologi evakuasi pada Selasa (28/4/2026) dini hari :