Rizky mengakui, awalnya dia merasa cukup tertekan menghadapi persyaratan manajemen mutu proyek yang ketat. Namun, berkat bimbingan langsung dari rekan-rekan kerjanya yang berasal dari Tiongkok, dirinya dengan cepat menguasai keahlian tersebut.
"Pengendalian kualitas yang ketat dalam proyek ini telah memungkinkan saya mempelajari berbagai keterampilan profesional dan metode manajemen baru. Kesempatan untuk berkembang di platform seperti ini membuat saya benar-benar merasa puas dengan pekerjaan saya," ujarnya.
Bagi Mochamad Zumar Habibi (37), tahun ini menandai satu dekade perjalanan kariernya bersama CRBC, yang sekaligus menjadi contoh nyata komitmen jangka panjang perusahaan dalam membina staf lokal.
Menurut Habibi, efisiensi dan dedikasi perusahaan Tiongkok tersebut telah senantiasa menginspirasinya. Bekerja di CRBC telah meningkatkan taraf hidup keluarganya, serta membuat orang tua dan istrinya sangat bangga dengan kariernya. "Saya berharap dapat terus bekerja di CRBC hingga masa pensiun," ujar Habibi.
Bagi warga setempat, kehadiran para kontraktor Tiongkok tidak hanya membawa teknologi dan keterampilan, tetapi juga rasa tanggung jawab sosial yang kuat.
Foto yang diabadikan pada 18 Agustus 2026 ini menunjukkan truk-truk konstruksi sedang beroperasi di lokasi pembangunan proyek Jalan Tol Semarang-Demak 1B di Semarang. (Xinhua)