- Persia dan sebagian wilayah Khorasan (Afghanistan modern) berhasil ditaklukkan.
- Armada laut dibentuk untuk menaklukkan Siprus dan Rhodes.
- Infrastruktur di Madinah dan Makkah diperbaiki, termasuk perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta pembangunan jalan, jembatan, kanal, dan sumur.
Fitnah dan Wafatnya
Namun, menjelang akhir pemerintahannya, fitnah mulai bermunculan. Sejumlah kelompok dari Mesir, Irak, dan Syam menuduhnya melakukan nepotisme dan penyimpangan. Utsman menolak untuk turun jabatan, dengan alasan tidak ingin mencabut baiat umat kepadanya, juga enggan menumpahkan darah kaum muslimin demi mempertahankan kekuasaan.
Akhirnya, pada 18 Juni 656 M, pemberontak mengepung rumahnya di Madinah. Utsman wafat terbunuh saat sedang membaca mushaf Al-Qur’an. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman Baqi’.
Teladan Bagi Generasi Muda
Kisah hidup Utsman bin Affan r.a. menyimpan banyak pelajaran penting, terutama untuk generasi muda Muslim:
- Keteguhan iman: Meski lahir dari keluarga bangsawan Quraisy, beliau tetap memilih Islam meski penuh risiko.
- Kedermawanan: Harta bukan untuk dibanggakan, melainkan sebagai sarana mendukung dakwah dan kemaslahatan umat.
- Kecintaan pada Al-Qur’an: Usaha beliau dalam membukukan mushaf adalah bukti nyata cinta beliau pada wahyu Allah.
- Kesabaran: Di tengah fitnah dan tuduhan, beliau tetap mengedepankan ketenangan dan menghindari pertumpahan dara