CARAPANDANG - Roxaline Sih Tanwinilang baru berusia 19 tahun 9 bulan 20 hari, tapi ia sudah menuntaskan studi sarjananya di UGM. Rekan-rekan seangkatannya, mayoritas berusia 22 tahun.
Oleh karena itu, gadis yang akrab disapa Wilang itu ditetapkan sebagai lulusan termuda dalam wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM, Rabu (19/8/2026).
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Wilang jadi yang termuda. Sejak duduk di bangku sekolah, Wilang tercatat sebagai peserta didik paling muda.
“Saya masuk SD usianya belum genap lima tahun. Saya juga menyelesaikan kelas 4 dan 5 dalam satu tahun berdasarkan rekomendasi guru,” kata Wilang, Senin (31/8/2026), sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM.
Sejak saat itu, perjalanan pendidikan Wilang pun lebih cepat dibandingkan kebanyakan anak seusianya.
Ia kemudian beberapa kali menjadi peserta didik termuda. Bahkan, sebelum menyandang predikat lulusan termuda UGM, Wilang pernah tercatat sebagai Gadjah Mada Muda (Gamada) termuda.
Meski demikian, menjadi lebih muda dari teman-teman seangkatan bukan berarti perjalanan pendidikannya selalu mudah. Malahan sejak sekolah, usia kerap jadi alasan Wilang tidak bisa mengambil kesempatan yang diinginkan.
Masuk SD Sebelum Usia Lima Tahun
Wilang memang memulai pendidikan formal pada usia yang relatif muda. Saat anak-anak seusianya mungkin masih berada di jenjang pendidikan anak usia dini, ia sudah duduk di bangku sekolah dasar.