Selama bertahun-tahun, Indonesia unggul dengan nomor speed. Nama-nama seperti Veddriq Leonardo membuat Merah Putih disegani dalam disiplin yang mengandalkan kecepatan mencapai puncak dinding.
Sementara itu, nomor lead memiliki tantangan berbeda. Atlet tidak berlomba menjadi yang tercepat. Mereka dituntut mampu membaca jalur, mengatur tenaga, menentukan strategi, serta menjaga daya tahan fisik selama memanjat.
Karena itu, keberhasilan Putra menjadi penanda bahwa kualitas panjat tebing Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada nomor speed.
Di Praha, ia menunjukkan bahwa atlet Indonesia juga mampu bersaing dalam disiplin yang selama ini didominasi negara-negara kuat seperti Jepang, Austria, Slovenia, hingga Republik Ceko.
Prestasi tersebut bahkan menjadi sejarah baru bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil meraih medali emas nomor lead dalam ajang World Climbing Series.