"Ketakutan terhadapnya serupa dengan yang dulu dimiliki banyak orang terhadap Presiden AS Donald Trump,” ujar mantan Gubernur New York, David Paterson. "Mereka sama-sama berbicara tentang kelompok tertentu dengan cara yang menimbulkan perpecahan. Bedanya, Mamdani menargetkan pendukung Demokrat dan Republik pada umumnya.”
Dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina juga menuai kritik di kota dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel. "Secara tegas dan tanpa ragu: Saya meyakini Zohran Mamdani berbahaya bagi komunitas Yahudi di New York,” ujar Rabbi Elliot Cosgrove dari Park Avenue Synagogue dalam khotbahnya bulan ini.
Namun, pandangan itu tidak mewakili seluruh komunitas Yahudi New York — banyak di antara mereka justru menyatakan dukungan terhadap Mamdani.
Dari kalangan bisnis, kekhawatiran juga muncul. Investor ternama Bill Ackman menulis di X (Twitter) bahwa kebijakan "antibisnis” Mamdani, seperti kenaikan pajak perusahaan, akan "membunuh lapangan kerja di New York dan membuat perusahaan-perusahaan hengkang.”
Mengapa jabatan wali kota New York begitu esensial?
Dengan populasi hampir 8,5 juta jiwa dan sekitar 65 juta pengunjung per tahun, New York adalah pusat budaya dan keuangan dunia — sekaligus menghadapi tantangan besar dalam hal perumahan, transportasi, dan keuangan publik.