Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menyoroti data ini sebagai sebuah ironi di tengah upaya pembangunan sumber daya manusia.
Ia menegaskan bahwa rendahnya tingkat pendidikan pekerja berimplikasi langsung pada produktivitas dan kompetensi tenaga kerja nasional.
"Data dari BPS menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja kita masih rendah. Ini menjadi tantangan besar bagi peningkatan daya saing bangsa. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperlebar kesenjangan kesejahteraan," ujar Habib Syarief dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Meski demikian, BPS mencatat adanya tren perbaikan. Proporsi pekerja lulusan SD ke bawah perlahan menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sementara lulusan SMK menunjukkan peningkatan.
Pemerintah diharapkan terus berupaya agar angka partisipasi pendidikan dapat ditingkatkan hingga jenjang yang lebih tinggi.