CARAPANDANG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan pabrik kawat baja senilai Rp300 miliar di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Fasilitas produksi baru tersebut berfungsi strategis untuk menekan ketergantungan terhadap produk impor logam nasional.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mewakili Menteri Perindustrian meresmikan operasional PT Beka Wire Indonesia. Pemerintah mengapresiasi penambahan fasilitas produksi kawat besi galvanis guna memperkuat struktur industri dalam negeri.
Faisol berharap pendirian pabrik tersebut mampu meningkatkan kemandirian sektor besi dan baja nasional. Kehadiran unit usaha ini akan mendukung kebutuhan sektor otomotif, pertanian, energi, hingga konstruksi.
"Semoga dengan berdirinya pabrik ini dapat menambah kemandirian industri besi baja nasional, khususnya pada produk kawat. Serta dapat memperdalam struktur industri penggunanya seperti pada sektor industri lainnya, otomotif, pertanian, energi dan konstruksi," ujar Faisol di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Investasi tahap awal pabrik ini tercatat mencapai angka Rp300 miliar bagi ekonomi daerah Subang. Nilai modal tersebut memiliki potensi untuk terus meningkat hingga menyentuh total Rp500 miliar.
Pabrik ini memiliki rencana kapasitas produksi sebesar 36.000 ton kawat setiap tahunnya. Perusahaan akan menghasilkan jenis kawat lapis maupun kawat tanpa pelapis untuk berbagai kebutuhan industri.