Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi menilai semangat hijrah juga perlu diwujudkan dalam ruang digital. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga harus diisi dengan narasi yang mencerahkan dan membawa manfaat, bukan narasi kebencian.
Ia menjelaskan kedamaian tidak hanya diwujudkan melalui tindakan di dunia nyata, tetapi juga melalui komunikasi yang santun dan bertanggung jawab di ruang siber. Karena itu, masyarakat diajak lebih bijak dalam menyampaikan informasi maupun pendapat di media digital.
“Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya,” ujar Ismail Fahmi.
Menurut Ismail, jaringan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi keagamaan yang ramah dan mudah dipahami masyarakat. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan-pesan keagamaan yang menumbuhkan optimisme, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
“Melalui momentum Muharam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar,” kata dia.