CARAPANDANG.COM - Dominasi Tesla sebagai raja kendaraan listrik (EV) global resmi runtuh pada tahun 2025. Pabrikan otomotif asal China, BYD, berhasil mengkudeta posisi perusahaan milik Elon Musk tersebut sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia, memanfaatkan kombinasi antara kelesuan pasar Amerika Serikat dan rekor penjualan domestik mereka sendiri.
Dikutip dari Times of India (12/2/2026), Tesla melaporkan kinerja kuartal keempat tahun 2025 yang jauh di bawah ekspektasi pasar.
Perusahaan yang berbasis di AS ini hanya mampu mengirimkan 418.227 kendaraan pada tiga bulan terakhir tahun tersebut, meleset dari konsensus analis yang dihimpun FactSet sebesar 449.000 unit. Kegagalan di kuartal akhir ini menjadikan total penjualan tahunan Tesla tertahan di angka sekitar 1,64 juta unit.
Sebaliknya, BYD mencatatkan sejarah baru. Sehari sebelum pengumuman Tesla, perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut mengumumkan rekor penjualan mobil listrik murni (battery electric vehicles) sebesar 2,26 juta unit sepanjang tahun 2025. Angka ini memberikan BYD keunggulan mutlak atas rival Amerikanya tersebut dalam basis tahunan.
Para analis industri menyoroti dua faktor utama yang memukul Tesla.