CARAPANDANG - Israel mengancam akan meningkatkan serangan terhadap pejabat Hamas serta mengusir lebih banyak warga Palestina dari Jalur Gaza jika luncuran layang-layang, balon, dan drone ke arah selatan Israel tidak dihentikan. Ancaman ini disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan resmi pada Minggu (23/8/2026) setelah melakukan evaluasi keamanan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Israel memperingatkan Hamas untuk segera menghentikan luncuran.
Jika tidak, pasukan Israel akan mengintensifkan penargetan terhadap pihak yang bertanggung jawab dan melakukan pengusiran penduduk dari daerah asal peluncuran.
Ancaman ini muncul meskipun gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober 2025.
Media Israel, Kan TV, melaporkan bahwa setidaknya sepuluh layang-layang telah melintas dari Gaza ke Israel sejak Jumat, dan militer Israel mengklaim telah mencegat satu layang-layang pada hari Minggu.
Militer menyatakan layang-layang tersebut tidak membawa bahan peledak dan tidak menimbulkan bahaya bagi publik.
Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa luncuran layang-layang itu hanyalah mainan anak-anak di kamp pengungsi Gaza.
Ia mengecam ancaman Israel sebagai tindakan yang dibangun di atas "dalih yang direkayasa" untuk mencari pembenaran atas tindakan militer dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina.