Menurutnya, penguatan peran perempuan dapat difokuskan pada isu-isu prioritas, seperti pendidikan anak, kesehatan keluarga, ketahanan ekonomi, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Dengan sinergi yang kuat, kita harapkan program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Harneli juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk terus berinovasi dan adaptif menghadapi dinamika pembangunan, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau yang menjunjung tinggi kebersamaan.
“Melalui pertemuan ini, mari kita perkuat sinergi program dan solidaritas, sehingga menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan di daerah masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko menegaskan bahwa ISKADA menjadi ruang strategis dalam memperkuat sinergi lintas organisasi perempuan yang ada di Sumbar.
Ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan yangbtelah dilaksanakan BKOW untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 di Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Solok.
Senada dengan itu Ketua DWP Provinsi Sumbar, Ny. Arimbi Arry menyebut pertemuan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.