Desakan ini muncul di tengah ketegangan yang telah berlangsung antara Iran dan AS terkait kebijakan visa. Sebelumnya pada November 2025, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memboikot acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington DC setelah visa untuk sejumlah pejabat senior, termasuk Presiden FFIRI Mehdi Taj, ditolak oleh pemerintahan AS.
Saat itu, hanya empat dari delegasi Iran yang memperoleh visa, termasuk pelatih kepala Amir Ghalenoei. Taj mengecam keputusan tersebut sebagai tindakan politik dan meminta FIFA untuk turun tangan.
Lebih lanjut, Iran termasuk dalam salah satu negara yang terkena pembatasan perjalanan (travel ban) AS, sehingga fans dari Iran tidak dapat hadir menonton pertandingan Piala Dunia di Amerika Serikat.
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 . Timnas Iran dijadwalkan memainkan dua pertandingan di Los Angeles melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni, sebelum menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Iran sebelumnya sempat menyatakan kekhawatiran terkait keamanan timnya di AS. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengonfirmasi bahwa Iran akan berpartisipasi dalam Piala Dunia tahun ini, termasuk bermain di AS.
"Tentu Iran akan bermain di Amerika Serikat. Dan alasannya sangat sederhana, yaitu karena kita harus bersatu," ujar Infantino.