CARAPANDANG - Sebuah ketegangan diplomatik mewarnai pertemuan para menter luar negeri negara-negara BRICS di New Delhi, India, pada Kamis (14/5/2026). Iran secara terbuka mengecam dan menuding Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pihak yang secara langsung terlibat dalam agresi militer asing terhadap Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tuduhan tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan delegasi UEA di forum yang membahas konflik yang melibatkan AS dan Israel itu.
"Saya tidak menyebut nama UEA dalam pernyataan saya demi persatuan. Namun faktanya, UEA secara langsung terlibat dalam agresi terhadap negara saya. Saat serangan dimulai, mereka bahkan tidak mengeluarkan kecaman," ujar Araghchi, seperti dilansir media Iran Tasnim News.
Araghchi menegaskan bahwa Iran sebenarnya enggan membawa isu ini ke forum BRICS demi menjaga solidaritas antar anggota. Namun, ia mengaku terpaksa karena delegasi UEA dinilai terlalu fokus membahas respons Iran terhadap serangan AS.
"Situasi ini sangat disesalkan. Kami biasanya tidak membahas hal-hal seperti ini, tetapi semuanya ada batasnya," tegasnya, seraya menyebut bahwa aliansi dengan AS dan Israel tidak akan memberikan keamanan bagi UEA.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, bahkan mengeluarkan pernyataan lebih keras. Ia menuduh UEA memainkan peran signifikan dalam mendukung dan memfasilitasi agresi militer terhadap Iran.