CARAPANDANG - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melontarkan ancaman serangan terhadap fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah. Kali ini, target yang disebut secara spesifik adalah pusat data kecerdasan buatan (AI) Stargate milik OpenAI di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang bernilai USD 30 miliar atau sekitar Rp509 triliun.
Ancaman tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari, dalam sebuah video yang dirilis pada 3 April 2026 dan beredar luas di media sosial.
Video itu merupakan respons atas peringatan AS yang mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran.
"Jika AS melanjutkan ancamannya terkait fasilitas pembangkit listrik Iran, tindakan balasan berikut ini akan segera diberlakukan," ujar Zolfaghari, seperti dikutip dari Tom's Hardware, Senin (6/4/2026).
"Seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan komunikasi rezim Zionis, serta perusahaan serupa di kawasan ini yang dimiliki pemegang saham Amerika akan menghadapi pemusnahan total," sambungnya.
Dalam video ancaman tersebut, setelah menampilkan pidato Zolfaghari, kamera kemudian memperlihatkan tampilan satelit Abu Dhabi melalui Google Maps.
Sebuah area di gurun dekat pantai yang sengaja diburamkan oleh Google disebut-sebut sebagai lokasi fasilitas Stargate.