CARAPANDANG - Situasi di kawasan Teluk kembali memanas setelah Iran secara resmi menutup kembali Selat Hormuz, kurang dari 24 jam sejak jalur perairan strategis tersebut dibuka. Akibatnya, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga saat ini masih belum bisa melanjutkan perjalanan dan tertahan di perairan Teluk Arab.
Penutupan kembali ini diumumkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu (18/4). Iran menyatakan Selat Hormuz akan ditutup sampai Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran, yang dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat penjangkarannya di Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh dan kapal yang melanggar akan dijadikan target," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip dari Kantor Berita ISNA.
Ketegangan ini semakin meningkat setelah dilaporkan adanya insiden penembakan oleh kapal cepat Iran terhadap kapal komersial yang mencoba melintas di sekitar perairan tersebut.
Menanggapi situasi tersebut, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengonfirmasi bahwa kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut diketahui telah tertahan sejak Maret lalu.