Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes dengan jadwal tertentu. Karena itu, mereka disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum bepergian agar penyesuaian jadwal obat dapat dilakukan dengan tepat.
Melewatkan waktu makan
Perjalanan sering kali membuat jadwal makan menjadi tidak teratur akibat penundaan penerbangan atau keterbatasan pilihan makanan. Young mengatakan melewatkan makan dapat menyebabkan gula darah turun, sedangkan makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis.
Untuk mengurangi risiko tersebut, ia menyarankan membawa camilan sehat seperti kacang-kacangan, keju rendah lemak, atau potongan sayuran agar tubuh tetap mendapat asupan di sela perjalanan.
Stres selama perjalanan
Menurut ahli gizi Maggie Bell, berbagai situasi seperti antrean panjang, kemacetan, atau keterlambatan transportasi dapat meningkatkan produksi hormon kortisol.
Hormon tersebut memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah berpotensi meningkat.
Bell menyarankan pelancong menyediakan waktu cadangan dalam perjalanan serta melakukan teknik relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan, untuk membantu mengendalikan stres.
Kurang tidur