Selain itu, ia mengingatkan seluruh penyelenggara pemerintahan agar setiap kebijakan publik yang diambil selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat dan mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Elzadaswarman menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat komitmen kebangsaan, mempererat persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong sebagai modal utama mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” pungkasnya.
Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan mengokohkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa dan negara. (*)