CARAPANDANG - Google mulai menguji fitur baru yang mengizinkan pemilik situs web memilih untuk menolak menampilkan kontennya dalam hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk AI Overviews dan AI Mode.
Menurut laporan Engadget, Rabu (3/6) waktu setempat, Google menyatakan fitur tersebut akan hadir dalam Search Console berupa tombol pengaturan yang memberi kendali kepada pemilik situs web untuk menentukan apakah halaman mereka dapat digunakan sebagai sumber dalam pencarian generatif Google.
Uji coba awal tahap akan dilakukan kepada sebagian kecil pemilik situs web di Inggris sebelum diperluas ke pasar global.
Google juga menegaskan bahwa keputusan suatu situs untuk tidak berpartisipasi tidak akan mempengaruhi peringkatnya pada hasil pencarian reguler di luar fitur AI generatif.
Kehadiran opsi tersebut diduga berkaitan dengan tekanan regulator Inggris. Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (Competition and Markets Authority/CMA) menyatakan aturan baru itu diterapkan karena dominasi Google di pasar pencarian digital sebagai perusahaan dengan status pasar strategis.
Menurut CMA, kebijakan tersebut akan memperkuat posisi penerbit berita dalam bernegosiasi dengan Google terkait penggunaan konten mereka.
Pada Januari 2026, pemerintah Inggris mewajibkan Google menyediakan mekanisme opt-out atau memperbolehkan situs web menolak kontennya digunakan oleh AI agar tercipta perlakuan yang lebih adil bagi penerbit, khususnya media berita.