Beranda Umum GIC: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Merupakan Aset Tak Ternilai

GIC: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Merupakan Aset Tak Ternilai

PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), menurutnya, telah menjadi blueprint atau cetak biru utama reformasi internal Polri di bawah komando Kapolri

0
Polri

Untuk itu, Febri menilai perbaikan kinerja Polri merupakan sinyal positif yang mengindikasikan bahwa Korps Bhayangkara telah berhasil menempuh jalan reformasi diri secara nyata dan terukur di hadapan publik.

Selain itu, dia menyebut tingginya angka kepercayaan publik terhadap Polri memberikan legitimasi sosial yang kuat bagi institusi kepolisian dalam menjalankan fungsinya.

"Legitimasi ini bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses reformasi yang konsisten, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai lapisan," ungkapnya.

Mewakili kelompok masyarakat sipil, ia berpendapat capaian tersebut memiliki relevansi yang sangat konkret, di mana keberhasilan reformasi Polri dalam persepsi publik membuka peluang yang lebih luas bagi penguatan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta keamanan secara menyeluruh.

Ditekankan bahwa kepercayaan merupakan modal sosial yang paling berharga dalam relasi antara aparat keamanan dan komunitas yang dilayaninya.

"Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit merupakan tulang punggung dalam menjaga stabilitas masyarakat dan negara," ujar Febri.

Ia menegaskan optimismenya bahwa Polri telah membuktikan diri sebagai institusi yang mampu menjadi tulang punggung stabilitas masyarakat dan negara secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here