Sumber utamanya adalah ketamakan ego untuk memiliki apa saja dengan hasrat rakus, tanpa peduli bila harus merugikan kehidupan sesama dan lingkungan semesta.
Di tengah derasnya arus media sosial dan gaya hidup konsumtif, Haedar menekankan bahwa spiritualitas takwa dapat menjadi benteng dari berbagai perilaku negatif. Insan bertakwa semestinya menjaga tutur kata, termasuk dalam aktivitas digital.
Haedar pun berharap Idul Adha menjadi momentum bagi generasi muda untuk membangun karakter yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan orientasi hidup yang kuat.
Ia juga menyinggung maraknya perilaku digital yang dinilai merusak ruang publik, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga fitnah di media sosial.
"Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya melalui ibadah Idul Adha ini untuk kebaikan dan keutamaan hidup bangsa Indonesia," tandas Haedar.