CARAPANDANG - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 pada Rabu (19/8/2026) pagi. Gempa ini terjadi di tengah tingginya aktivitas gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa M5,4 terjadi sekitar pukul 06.48 WITA dengan pusat gempa di darat, tepatnya di wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.
Gempa ini berada pada kedalaman 10 kilometer dan termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
"Getaran dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah, terutama di Larantuka dan sekitarnya. Kami belum menerima laporan kerusakan signifikan, namun dampaknya masih dalam pendataan," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Arief Tyasmata, dalam keterangan resminya.
Hingga Rabu pagi pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat total gempa susulan di wilayah NTT telah mencapai 2.768 kali, meningkat tajam dari 2.119 kali yang tercatat sehari sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 70 kali gempa susulan dirasakan oleh masyarakat, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,3.
"Grafik peluruhan gempa susulan masih fluktuatif, belum terlihat jelas pola penurunannya. Kami memperkirakan aktivitas ini akan berlangsung dan berangsur stabil dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan," jelas Arief.